top of page

2 A.M

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • Mar 8, 2019
  • 1 min read

Hari itu aku dihadapkan dua pilihan, antara melihatmu atau mengantar ibuku. Aku tahu itu pilihan yang sulit dan pada akhirnya tak mungkin aku memilihmu. Sudah sedikit kurelakan dirimu walau saat melihat wajahmu terkadang hatiku luluh kembali. Padahal untuk bertemu denganmu hanya berjarak sedikit saja dari rumahku. Semesta tak mengizinkan kita bertemu hari itu. Aku pun tak tahu apakah kau masih mengingatku atau tidak, si bodoh ini masih saja berharap bertemu denganmu.


Hari itu hujan turun cukup deras, aku sedikit bersyukur tidak melihatmu karena kamu bermain di luar dan banyak sekali orang yang datang melihatmu. Sudah dipastikan kau pasti akan melewatkanku jikalau aku datang.


Tiba di rumah cukup larut aku langsung membersihkan diri dan tidur. Entah ada kekuatan apa tiba-tiba saja pukul 2 pagi aku terbangun dan langsung mengecek ponselku. Satu pesan yang tak terduga dan langsung membuatku terjaga, yaaa aku tidak salah lihat itu pesan darimu, dari orang yang sudah 3 bulan ini tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Kau kembali pada pukul 2 pagi dan menanyakan kabarku, membuatku berpikir cukup lama ada apa denganmu? Tiba-tiba saja kau kembali padaku dan kau berkata sangat ingin bertemu denganku.


Dan aku pun teringat kembali pada obrolan kita di pukul 2 pagi yang sangat menggoda. Entah mengapa kita selalu terhubung di pukul 2 pagi dan kita terhanyut pada rayuan gila dirimu dan diriku. Aku rindu saat-saat itu. Ketika kau menghilang pada akhirnya aku terbiasa tanpamu di pukul 2 pagi. Namun kini kau kembali di pukul 2 pagi lengkap dengan rayuan gilamu. Apalah dayaku yang masih terhipnotis oleh pesonamu, dan kita kembali menggila seperti waktu itu.


Pejaten, Jakarta Selatan

Maret 2019

 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page