Aizu
- antika.rns

- May 9, 2019
- 1 min read
Langit kelabu kala itu bukan hanya mengubah siang cerah menjadi abu dan sendu, tetapi juga telah mengaliri sebuah percikan padaku. Terjebak hujan denganmu. Aku yang pemalu hanya bisa berdiam diri, padahal banyak yang ingin kuutarakan.
Kau orang yang selalu tersenyum. Semua ekspresi wajahmu hari itu amat jelas terekam di setiap sudut otakku, suaramu tersalin di telingaku, dan sebuah momen yang hanya mataku saja yang menangkap kilasan itu, awal dari sebuah jejak rasa yang terukir.



Comments