A Girl You Can Call Her B
- antika.rns

- Jul 15, 2019
- 3 min read
Dia seorang perempuan yang sudah memasuki usia yang bisa dibilang cukup dewasa. Hidupnya tak pernah menentu, ia tidak pernah merencanakan apapun dalam hidupnya. Termasuk saat dia dulu memilih tempat kuliah. Ia tak tahu apa yang ia mau, mimpinya banyak, bakatnya juga banyak namun tak semua ia tekuni. Ia selalu berpindah dari satu bakat ke bakat lainnya saat mulai jenuh. Namun untungnya karena kebosanannya ini ia bisa melakukan hal apapun dalam hidupnya walaupun minim pengalaman.
Kini ia temukan apa yang ia mau. Salah satunya impian tempat kerjanya. Memang alasan yang konyol namun tempat kerjanya sekarang adalah tempat yang ia impikan saat masih kuliah.
Bakatnya yang paling melekat saat ini adalah memasak dan ia mulai belajar menulis lagi walaupun masih banyak kekurangan, ia kini berani memperlihatkan tulisannya pada orang lain.
Banyak yang berubah dari dirinya dari masa ke masa. Kini ia lebih berani menghadapi hidup, ia berani berpetualang sendiri, ia berani memilih resiko untuk hidup sendiri di luar zona nyamannya. Ia kini sudah menjadi perempuan dewasa. Ia kini sudah bisa memilih yang baik dan yang buruk bagi dirinya.
Hanya saja sifat keraguan dalam dirinya masih tertinggal untuk mengambil sebuah keputusan. Di luar itu ia kini menjadi lebih bertanggung jawab atas apa yang ia pilih dan ia lakukan. Ia terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Segala sesuatu dan kebutuhan yang ia perlukan selalu ia kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.
Ia kini sudah bisa meredam amarahnya dalam segala hal dan bisa lebih bersabar, ia kini sudah bisa mengatur apa saja yang ia butuhkan dan tidak mudah tergoda untuk menghabiskan uangnya untuk hal yang tidak berguna.
Masa lalunya merubah ia menjadi orang yang kurang peduli akan sekitar. Dulu perempuan ini adalah seorang yang sangat perhatian, ia akan lakukan apa saja untuk memberikan kasih sayang pada masa lalunya, hingga akhirnya ia diabaikan cukup lama dan terluka cukup dalam, akhirnya ia memilih untuk menjadi perempuan yang tidak peduli akan hal lain.
Ia terluka, amat sangat terluka oleh masa lalunya. Pada akhirnya ia ingin melupakan semuanya dan memilih untuk keluar dari zona nyamannya dan memilih impiannya. Ia ingin menghilang dari zona nyamannya dan memulai hal baru. Ia ingin mengganti suasana baru dan menyembuhkan lukanya.
Kini ia jalani hidup barunya, walau berat namun ia senang dan perlahan lukanya terobati. Ia juga mulai belajar untuk mulai peduli pada orang lain dan sekitarnya karena seseorang.
Ia perempuan yang sulit untuk dekat dengan orang lain, namun saat kau mengenalnya ia tak akan berhenti berbicara. Sisi buruknya terkadang ia terlalu malas dalam melakukan sesuatu. Namun untuk urusan tertentu ia bisa menyesuaikan tingkat kemalasannya. Terkadang ia terlihat tegar dan tak peduli akan sesuatu namun jauh dibaliknya terkadang ia rapuh dan mudah menangis akan hal yang melukai hatinya.
Hal unik pada dirinya adalah ia tipe perempuan yang mudah emosi namun di sisi lain ia juga bisa amat sangat sabar, kombinasi yang aneh untuk sebuah sifat. Terkadang ia bisa hitam bisa juga putih, sama seperti warna kesukaannya. Ia tidak suka mengatur orang lain atau melarang orang lain melakukan suatu hal.
Ia tidak banyak bicara namun terkadang senang berbicara. Pikirannya unik dan tidak dapat ditebak, kadang temannya bilang pikirannya liar namun tertutup oleh diamnya.
Ia sering dikecewakan, hingga ia memendam amarahnya dan hanya bisa mengeluarkan air mata. Ia tidak akan mengeluh atau mempertanyakan hal itu apalagi jika orang yang ia sayang yang melakukannya. Salah satu kebodohannya yang tidak bisa hilang.
Terkadang ia ingin berkata jujur akan hal yang ia rasakan namun sulit untuk mengungkapkannya. Sekali ia ungkapkan perasaannya maka hal itu benar-benar tulus yang ia rasakan.
Kini ia menemukan cinta yang sangat ia cintai yang amat sangat merubah hidupnya mungkin menjadi lebih baik atau sedikit buruk atau bahkan sama saja tak ada yang tahu.



Comments