top of page

Batas Kaca

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • Aug 23, 2019
  • 2 min read

Dia berjalan di masa hidupnya selalu sama.

Dari kecil hingga remaja ia selalu berada di dalam batas kaca.

Sesekali ia  melhat batas kaca dan yang terjadi disana.

Banyak kesenangan dan kebebasan yang bisa ia pilih.

Banyak kesempatan untuk memecah batas kaca itu, dan melangkah keluar.

Namun ketakutan dan keteraturan terlalu tebal menghantui dirinya.

Hingga ia mengurungkan niatnya berkali-kali.


Perlahan menuju hidup remajanya, ia dihadapkan pilihan untuk keluar batas kaca itu.

Dan ia memilih untuk mencoba memecahnya dengan sedikit lubang.

Kini ia tahu dunia di luar batas kaca, banyak hitam dan putih yang ia lalui.

Namun disaat tertentu ia memilih untuk kembali masuk ke dalam batas kaca.

Aman, nyaman, dan terlindungi dari segala hal buruk.


Seiring hidupnya menuju dewasa, banyak hal terjadi di dalam batas kaca.

Cerita masa kecilnya membawa dendam dan luka untuk salah seorang di dalamnya.

Cerita masa remajanya membuat ia menjadi sebuah tempat menyimpan rahasia orang tuanya.

Cerita masa dewasanya banyak hal rumit yang terjadi oleh orang terdekatnya.

Terlalu banyak kekecewaan, hal-hal terpendam yang tak bisa ia utarakan pada orang lain tentang kehidupan di dalam batas kaca.


Hingga di batas akhir kewarasannya ia memutuskan untuk sepenuhnya keluar dari batas kaca.

Ia lelah menjadi penghalang antara kakaknya dan ibunya.

Ia lelah menjadi sasaran kecemburuan kakaknya.

Ia lelah dengan ocehan orang terdekatnya yang mengatur hidupnya.

Ia lelah menyimpan semua rahasia yang ada disana.

Ia lelah hidup dalam keteraturan.

Sepanjang hidupnya ia selalu mengalah, mengalah dalam segala aspek.

Mengalah untuk ibunya, ayahnya, kakaknya, juga orang terdekatnya saat itu.


Kini ia memohon untuk bisa keluar dari batas kaca dan semesta mengabulkan permohonannya dalam waktu singkat.

Dalam 4 bulan di masa batas akhir kewarasannya secercah jalan muncul mengajaknya keluar sepenuhnya dari batas kaca.

Dengan banyak tekanan yang datang dari ibu dan ayahnya yang menahannya untuk keluar, kini ia memiliki jawaban sendiri untuk dirinya.

Dengan segala keyakinan dan kepedihan yang ia rasa, semua rasa takut ia singkirkan dan kini ia hidup di luar batas kaca.


Ia menemukan banyak hal baru dan sesuatu yang ia rindukan dari dulu.

Kedamaian tanpa ada pertengkaran di dalamnya.

Keheningan tanpa ada rahasia yang mengganggu hatinya.

Kebebasan dalam menentukan hidupnya.


Perlahan kewarasannya kembali, kini ia sudah dewasa untuk memilih warna dalam hidupnya.

Ia tak lupa akan keteraturan yang diajarkan orang tuanya, yang kini ia padukan  dengan kebebasan yang ia rasakan.

Terkadang hidupnya berat tinggal sendirian di luar batas kaca.

Dan ia bertahan semampunya untuk semua keperihan hidupnya yang baru.

Ia yakin inilah jawaban untuk kebahagiaannya.


Dan kini ia memilih untuk selamanya tinggal di luar batas kaca dan tak ingin untuk kembali pulang.

 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page