From Eyes To Heart
- antika.rns

- Nov 30, 2019
- 1 min read
"They say when you meet the love of your life, time stops."
Ya itulah yang aku rasakan saat kali kedua melihatmu. Tak pernah terpikir olehku sebelumnya untuk mengenalmu. Bahkan pertemuan hari itu kuanggap sebagai angin lalu. Orang yang hanya mampir di hidupku dan hilang tak berjejak. Namamu saja aku tak tahu hingga kali kedua pertemuan kita aku masih tak yakin dengan namamu.
Semesta punya rencananya sendiri untuk membuatku jatuh hati padamu dengan waktu yang sangat singkat. Terima kasih untuk hujan yang turun di Cikini kala itu, karena hujan itulah yang membawa percikan dari dirimu ke dalam otakku yang membuatku jatuh hati kepadamu.
Seakan waktu terhenti saat kau melepas topimu dan menyeka air hujan yang jatuh di rambutmu. Kala itulah percikan itu datang dan sejenak membuatku terhipnotis selama beberapa detik hingga suaramu mengembalikan sadarku.
Kamulah orang pertama yang bisa merubah pemikiranku tentang hal yang selama ini tak ingin kubahas. Kamulah orang pertama yang bisa meyakinkanku untuk mengambil langkah membuat sebuah komitmen seumur hidup yang sebelumnya tak ingin kulakukan dengan tergesa-gesa.
Seolah semesta memberi pertanda dalam setiap pertemuan kita bahwa kamulah jawaban atas semua pertanyaanku selama ini.



Comments