Kagami
- antika.rns

- Apr 19, 2019
- 3 min read
Setiap malam dirinya selalu duduk di hadapan cermin yang ada di kamarnya. Dengan cahaya yang temaram dan rambut panjang terurai, sekilas ia terlihat menyeramkan. Tak ada yang mengetahui apa yang ia lakukan disana hingga setengah malam lamanya. Beberapa orang yang penasaran pernah mengintip dari jendela dan ia hanya terduduk disana, membujur kaku bagaikan mayat.
Di kesehariannya ia juga adalah pribadi yang tertutup. Tak tahu kemana ia pergi dan apa yang ia lakukan. Ia akan selalu pulang pada pukul 6 setiap harinya. Setiap pukul 9 semua lampu di rumahnya akan padam, dan yang terlihat hanyalah sekelebat cahaya lilin dari arah kamarnya.
Ia adalah seorang wanita muda sekitar umur 20an. Ia tidak pernah sedikitpun berkomunikasi dengan orang sekitar.
*********************************************************************************************************
Aku memang masih muda, namun entah darimana aku bisa memiliki kemampuan ini. Semenjak kematiannya yang begitu mendadak, aku mulai mendalami kemampuanku untuk mencarinya disana. Aku lakukan semua itu setiap malam.
Katanya jika aku ingin memasuki dunianya aku harus berhadapan dengan sebuah cermin yang diterangi cahaya lilin dan dilakukan di malam hari. Hari pertama aku mencobanya namun tak menghasilkan apa-apa selain rambutku yang hampir terbakar lilin.
Hari kedua dan selanjutnya juga tak menghasilkan apa-apa selain aku bisa mendengar suara-suara tak kasat mata di sekitarku. Sudah hampir 2 bulan aku mencobanya, aku berkonsentrasi pada cermin dan memfokuskan diriku pada dunia yang lain namun nihil.
Hingga suatu malam saat aku mulai menyerah tepat pukul 11 aku mulai merasakan sesuatu. Rasanya seperti diriku tertarik melayang keluar dari tubuhku, mataku terpejam dan seketika semuanya menghitam.
Saat kubuka mataku, kulihat diriku terduduk di depan cermin dengan rambut terurai panjang dan aku terbujur kaku bagai mayat. Ini pertanda bahwa aku sudah meninggalkan duniaku dan kini aku berada di dunia yang lain. Aku melihat sekeliling, semuanya temaram dan sunyi. Aku melangkah perlahan di dunia yang baru ini menjauhi cermin dan diriku.
Perlahan aku melangkah dan berusaha untuk tidak menimbulkan suara yang gaduh, aku juga tidak tahu tentang dunia ini dan aku tidak ingin bertemu dengan sesuatu yang tidak kuinginkan.
Katanya jika kita sudah masuk ke dunia yang lain ada resiko yang akan kita hadapi. Salah satunya adalah kita tidak bisa kembali ke dunia nyata jika kita mulai terlena dengan sesuatu di dunia ini, dan yang paling berbahaya ada akan ada sesuatu yang mengikuti kita kembali ke dunia nyata jika kurang beruntung. Karenanya aku sangat berhati-hati menelusuri dunia yang lain ini.
Sekilas ini seperti sebuah ruangan bawah tanah yang memiliki banyak lorong gelap. Di saat keputusasaanku datang dan aku berniat untuk kembali, sebuah suara menahanku. Suara yang amat sangat kukenal dan saat ku berpaling, ia nyata berada di hadapanku. Penampilannya masih sama seperti saat ia hidup dan ia tersenyum. Ia mengajakku berbincang dan ia bilang agar jangan berjalan terlalu jauh dari cermin. Kami berjanji untuk bertemu setiap malam pukul 9 hingga fajar menjelang. Cukup lama memang tapi itu sepadan dengan semua yang telah terjadi.
Setiap malam aku akan terduduk di depan cermin dan masuk ke dunianya. Banyak hal yang kami lakukan dan kami bincangkan. Awalnya semua terasa aman dan mudah untuk dilakukan, hingga suatu malam ia tak pernah muncul lagi. Sebagai gantinya sesosok perempuan menyeramkanlah yang muncul malam itu dan berusaha untuk ikut ke duniaku.
Beruntung aku segera kembali sebelum ia ikut, namun kini sosoknya selalu menghantui keseharianku. Karena dia aku tak bisa lagi bertemu dengannya.
Semakin hari teror yang perempuan itu berikan semakin terasa nyata. Seolah tanpa sadar dalam tidurku aku berjalan ke arah cermin dan hampir masuk ke dunia lain. Sebelum semua terjadi aku terjaga dan memang benar aku sudah terduduk di depan cermin.
Semenjak malam itu aku tak mau berhubungan lagi dengan cermin. Kucoba menutup cermin itu dengan kain namun hal yang sama selalu berulang kembali, aku berjalan dalam tidurku dan saat sadar aku sudah duduk disana.
Malam ini adalah puncaknya dimana sosok itu sudah semakin kuat menyerap jiwaku, kini saat aku tersadar ia sudah berada di depanku dan hampir keluar dari cermin. Aku berusaha mengelak agar ia tidak menarikku, dan dengan kotak yang ada di meja kuhancurkan cermin itu.
Seiring dengan hancurnya cermin itu seluruh tubuhku mengeluarkan darah dari setiap sisinya. Seperti terkena pukulan dan pecahan cermin.
Ternyata itulah resiko yang aku dapatkan karena bermain-main dengan dunia yang lain dan kemampuan berhubungan dengan orang mati. Katanya semakin sering kita masuk ke dalam cermin, maka jiwa kita akan terikat dalam dunia itu dan jika cermin itu sampai hancur maka jiwa kita yang terikat disana akan terlepas dari tubuh kita dan tidak ada yang selamat dari hal ini.
Aku menyesal telah bermain-main dengan orang mati.
*********************************************************************************************************
Orang-orang mulai penasaran kenapa perempuan di rumah berpagar biru itu tidak pernah terlihat lagi. Mereka mencoba mendatangi rumah itu dan melihat perempuan di rumah itu sudah mati cukup lama dengan noda darah yang sangat banyak. Namun mereka heran dengan penyebab kematiannya karena tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun kejahatan. Semua barang ada pada tempatnya termasuk cermin yang ia hancurkan sudah kembali ke wujud semula dan jauh di dalamnya sesosok perempuan menyeramkan berdiri menunggu korban selanjutnya untuk melepaskan dia ke dunia nyata.



Comments