Kembali Ke Cikini
- antika.rns

- Dec 1, 2019
- 1 min read
Kunaiki kereta siang itu menuju Jakartamu.
Derasnya hujan iringi lajuku.
Semakin ke Barat semakin hilang rinainya.
Kuputuskan untuk berpindah ke gerbong lain,
menghirup secangkir kopi dan menikmati perjalanan ini.
Di seberang sana seorang lelaki tak henti memandang,
Kupandangi dan kusenyumi hingga ia pun berlalu.
Sendiri kembali menyapa sambil kupandangi fotomu dan aku kala itu di Bandung.
Tak terasa sudah di Bekasi, ku kembali ke tempatku.
Di Manggarai kucoba menghubungimu,
“Kau dimana?”
“Aku di Matraman, kau?”
“Aku sudah di Gondangdia.”
“Oh kau di Jakarta?”
“Ya aku naik kereta pukul 2.”
“Sebentar lagi kau tiba di Gambir ya?”
“Hmmm.”
“Kau menginap dimana?”
“Belum kuputuskan dimana, mungkin di Mampang atau di Cilandak.”
“Jangan disana, jauh.”
“Lalu dimana?” “Di Cikini saja biar dekat denganku.”
“Berikan alasan agar aku menginap di Cikini!”
“Nanti kuajak kau berkuliner di Jalan Surabaya tempat langgananku.”
“Hmmm, lalu?”
“Kuajak kau ke Kemang tempat coklat favoritmu lalu kita menonton The Adams di Jaya Pub.”
“Baiklah, sampai bertemu, aku akan menginap di Cikini tempat biasa.”
“Akan kujemput kau di Gambir.”
Kau pun tersenyum puas akan kemenanganmu.
Dan memang kau yang selalu bisa membujukku untuk tertarik kembali ke Cikini.
Yaaa Cikini, tempat sejuta kenangan kau dan aku yang memang tidak akan pernah bisa aku lewatkan begitu saja.
Kemana pun aku berkelana di Jakarta ini, pasti akan selalu kembali kesana dengan daya tariknya tersendiri. Entah itu karena kau atau aku yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan Cikini dan segala kenangannya.



Comments