Kereta Ke Timur
- antika.rns

- Apr 7, 2019
- 2 min read
Sewaktu kecil di perlintasan kereta aku selalu bertanya-tanya bagaimana rasanya naik kereta ke timur? Mungkin menyenangkan dengan perjalanan jauh dan pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Kereta ke barat sudah sering aku lalui dan hanya berjarak sebentar dari kotaku. Bahkan beberapa waktu ini sering sekali aku menaiki kereta ke barat. Ingin sekali aku mencoba kereta ke timur namun belum mendapat kesempatan.
Hal tak diduga terjadi, karena sosoknya yang berada di timur untuk sementara waktu, akhirnya aku mendapat kesempatan mencoba kereta ke timur. Dengan kereta malam ke timur perjalananku dimulai.
Sebelum pukul 7 aku sudah berada di stasiun. Suasananya yang menyenangkan dengan banyaknya penjual makanan selalu membuatku ingin jajan. Pukul 7 lebih keretaku berangkat. Gerbongku sangat ramai yang kebetulan diisi oleh rombongan kantor sebuah perusahaan. Seiring bertambah malam mereka terlelap satu persatu hingga yang terdengar kini hanya mesin kereta. Kucoba untuk tidur namun tidak bisa sehingga akhirnya aku menikmati perjalanan ini dalam kegelapan di luar jendelaku.
Subuh menjelang keretaku tiba di stasiun tujuan. Aku benar-benar terjaga semalaman. Saat turun sosoknya sudah menyambutku di stasiun itu dan ia mengajakku sarapan. Sebenarnya kota ini bukan kota yang asing bagiku. Sudah bertahun-tahun lamanya aku selalu mengunjungi kota ini setiap lebaran. Kota yang menjadi salah satu tempatku pulang, kota yang memiliki suasana untuk selalu dirindukan setiap sudutnya. Namun terasa berbeda saat aku datang ke kota ini dengan kereta.
Kau mengajakku berkeliling di kota ini, dimana tempat yang kita datangi sudah sering aku datangi sebelumnya, bedanya kini aku datang denganmu.
Perjalanan singkat ini cukup berharga dalam ingatanku. Hingga tiba waktunya aku kembali ke barat menaiki kereta lagi.
Kini setiap di perlintasan kereta menuju timur, aku selalu merasa sebagian dari diriku dari ingatan hari itu turut larut dalam laju kereta ke timur, bersamaan dengan dirimu yang juga sudah mengalir jauh dalam hidupku. Selamat tinggal untukmu pergilah bersama dengan kereta ke timur dengan semua sisa kenangan yang tertinggal.
Yogyakarta, September 2018.



Comments