La Sorcière Forestière
- antika.rns

- Apr 14, 2019
- 4 min read
Musim panas kali ini beberapa siswa pilihan dari berbagai sekolah diharuskan untuk mengikuti program Summer Camp di sebuah daerah yang terpencil. Entah mengapa lokasi yang dipilih kali ini berbeda dari lokasi sebelumnya. Ada sekitar 20 siswa yang terpilih untuk mengikuti program ini bersama beberapa orang pembimbing.
Awalnya program ini hanyalah program pelatihan biasa untuk mendidik para siswa agar lebih mandiri dan mendapat pengalaman bertahan hidup selama 5 hari. Siapa yang menyangka hal tak terduga akan terjadi.
Hari pertama dan selanjutnya semua kegiatan berjalan lancar dan terkendali. Mereka tidak tahu bahwa lokasi yang mereka datangi adalah sebuah malapetaka untuk semua orang dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di hari terakhir sudah menjadi tradisi bahwa semua peserta dan pembimbing akan berkumpul di acara api unggun dan menceritakan sebuah kisah.
Satu persatu setiap orang menceritakan sebuah kisah mulai dari hal yang lucu, menyedihkan, pengalaman pribadi, cerita mistis yang tidak begitu seru, hingga kisah percintaan. Tibalah giliran seorang gadis bernama Grace yang akan bercerita. Hari itu Grace yang mereka kenal tiba-tiba berubah menjadi pemurung dan sedikit tertutup.Tak disangka Grace yang sebenarnya seorang penakut tiba-tiba menceritakan sebuah kisah menyeramkan.
Ia bercerita tentang kisah hutan tempat mereka berkemah. Raut wajah Grace berubah serius menghipnotis para peserta mendengarkan ceritanya.
Awalnya hutan ini adalah tanah subur yang dihuni oleh beberapa orang. Mereka hidup damai dan saling membantu. Walaupun hidup berdampingan mereka tidak pernah sekalipun masuk ke dalam rumah masing-masing orang. Mereka hanya bertegur sapa di luar rumah dan jika ingin mengobrol atau sekedar berkumpul mereka biasa menyediakan sebuah meja dan kursi besar di lapang tak jauh dari rumah mereka. Masing-masing dari mereka tidak pernah tahu apa yang ada di dalam rumah tetangganya.
Seorang gadis bernama Sophie yang tinggal dengan ibunya memiliki rumah yang jauh dari rumah-rumah yang lain, namun mereka tetap ramah pada Sophie dan ibunya begitupun sebaliknya. Rumah Sophie terletak di bibir hutan yang terkenal angker. Beberapa warga pernah menawarkan Sophie untuk pindah rumah agar menjauhi hutan demi keamanan mereka namun Sophie menolak. Tidak ada satupun orang yang berani masuk ke hutan itu bahkan mendekati di sekitar rumah Sophie saja tidak ada yang mau jika memang tidak ada kepentingan.
Keberadaan Sophie dan ibunya memang tidaklah mengganggu warga sekitar namun lama kelamaan mereka sedikit curiga dengan kegiatan Sophie dan ibunya terutama saat Blood Moon datang. Mereka selalu pergi dan tidak ada yang tahu kemana mereka pergi.
Suatu hari saat Blood Moon muncul lagi warga sepakat untuk mengikuti kemana Sophie dan ibunya pergi. Menjelang tengah malam ternyata Sophie pergi ke dalam hutan mengenakan jubah hitam. Awalnya mereka takut untuk masuk ke hutan namun karena mereka berpikir pergi beramai-ramai akhirnya mereka memberanikan diri masuk ke dalam hutan. Ini adalah pertama kalinya warga melihat isi hutan, disana banyak sekali segala jenis tanaman dan bunga-bungaan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tanpa sadar mereka semakin masuk ke tengah hutan. Di kejauhan terlihat kobaran api dan beberapa jenis hewan yang sepertinya akan dikorbankan untuk melakukan sebuah ritual sihir. Di sekitarnya juga berkumpul 13 orang wanita dan salah satunya adalah Sophie dan ibunya.
Mereka memakai jubah hitam yang sama dan saat Sophie tiba mereka berbincang sebentar lalu membuat lingkaran di tengah kobaran api.
Para warga belum berani mendekati, mereka hanya melihat dari kejauhan apa yang akan para wanita itu lakukan. Saaat Blood Moon muncul terjawablah semua bahwa mereka adalah sekumpulan penyihir yang akan menyambut kedatangan Blood Moon untuk menambah kekuatan mereka. Para warga yang ketakutan pada penyihir itu segera keluar dari persembunyiannya dan mulai mengacaukan ritual yang baru saja dimulai. Para penyihir lain menyalahkan kelalaian Sophie yang bertugas menjaga agar tidak ada warga yang masuk ke hutan. Perkelahian pun terjadi antara warga dan para penyihir.
Ada yang berteriak “Bakar, bakar!” Jumlah warga yang banyak dan adanya kobaran api yang besar disana memudahkan mereka untuk mendorong para penyihir ke kobaran api.
Satu persatu para penyihir terbakar dan mati. Ibu Sophie yang merupakan salah satu
penyihir terkuat disana sebelum masuk kobaran api mengutuk orang-orang disana agar mereka hidup menderita dan siapapun yang menginjakkan kaki di hutan ini pada malam Blood Moon akan dibawa ke alam mereka dan menghilang. Tak ada yang mempedulikan kutukan Ibu Sophie, warga yang sudah gelap mata mendorong Ibu Sophie hingga semua penyihir disana mati terbakar.
Mereka merasa menang dan kembali ke rumah masing-masing lalu membakar rumah Sophie hingga tak bersisa. Tanpa disadari bahwa cara membunuh penyihir yang kuat seperti mereka dengan membakarnya saja tidak akan menghilangkan mereka seutuhnya. Jiwa para penyihir yang semakin kuat dan penuh dendam benar-benar mendatangkan kutukan pada warga. Satu persatu setiap orang disana mati dengan tidak wajar dan hampir setiap malam mereka dihantui oleh jiwa para penyihir. Sampai akhirnya desa ini menghilang secara misterius dan tidak pernah ada orang yang berani datang kesini hingga sekarang.
Grace selesai bercerita namun semua peserta Summer Camp langsung berteriak ketakutan dan lari tak menentu. Karena sebenarnya yang sedari tadi bercerita bukanlah Grace melainkan Sophie yang sudah mengambil alih tubuh Grace yang kini penampilannya berubah sangat mengerikan memakai jubah hitam, berkulit hitam, dan berbau terbakar dan menyeringai seperti hantu, dan sesuai kutukan yang ada jika ada yang datang pada malam Blood Moon maka mereka semua akan dibawa ke alam penyihir. Malam ini bertepatan dengan malam Blood Moon dan ke 13 penyihir itu pun sudah ada disana siap membawa semua peserta Summer Camp ke dunianya.
Paginya semua sisa-sisa Summer Camp menghilang dengan sendirinya. Tidak ada tenda-tenda ataupun sisa api unggun disana, semua bersih seperti tidak pernah terjadi apa-apa dan orang-orang pun menghilang secara misterius. Sejak itu benar-benar tidak ada yang berani lagi datang ke hutan tempat Sophie tinggal.



Comments