top of page

Merakit Mesin Penyembuh Luka

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • May 6, 2019
  • 1 min read

“Semua tentang kebalikan. Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu. Tetapi esok nanti kau akan tersadar kau temukan seorang lain yang lebih baik. Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan, tapi takkan lama ku kan jadi awan”


Frau - Mesin Penenun Hujan


Sebuah ketidaksengajaan mengantarkanku pada kehadirannya. Mengenalnya ingin sekali aku lakukan. Tak terpikir bahwa aku akan terjun ke alam tak berujung.


Kami memiliki jalan kisah yang persis namun berbeda alur. Aku tahu seperti apa rasa sakit yang ia rasakan. Entah memang kau ingin mengukir lembar baru ataukah kau akan tetap mengejar bayangan masa lalumu.


Mungkin ada secercah rasa yang kau rasakan untuk membuka lembaran baru, tapi aku yakin rasa itu tak sebesar yang selalu kau simpan untuknya. Aku takut, aku hanya melaju sendiri seakan kau hanya bayanganku yang tertahan akan bayangannya.


Kudengarkan semua kisahmu, kisah yang selama ini aku impikan terjadi padaku dan ia di masa laluku. Namun bagiku semua kisah itu hanyalah semu tak tergapai.


Setelah semua kisahmu dan kisahku, satu yang kutahu kita sama-sama terluka cukup dalam, namun bedanya aku sudah menyembuhkannya dan kau masih dalam tahap pengobatan.


Jika kelak kau izinkan menjadi penyembuh lukamu, aku tak berjanji takkan menyakitimu, tapi yang kuyakin bisa menjagamu dari bayanganmu.

 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page