top of page

Sintesa, Planet Merah

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • Nov 30, 2019
  • 2 min read

Pagi itu aku terbangun oleh suara alarm yang tak kukenali nadanya. Astagaaaa keras sekali dan riang sekali lagunya. Saat ku mulai sadar aku melihat ada seseorang yang terlelap di sampingku. Oh ya aku ingat dia datang tadi malam. Lelap sekali tidurnya sampai suara sekeras itu saja dia tidak terusik. Kucoba untuk mematikan alarm dari ponselnya namun setiap 15 menit selalu berbunyi lagi. Lagu itu memang lagu kepunyaanmu dan terkadang aku suka mendengarkan lagumu, namun aku pun tak tahan jika lagunya terus berdering setiap 15 menit sekali dengan suara yang luar biasa kencang. Ia tetap saja terlelap dan tidak terusik sedikitpun. Sesekali ia hanya membalikan badannya atau hanya menarik selimut menutupi wajahnya. Aku memakluminya mungkin ia lelah karena pertunjukkan semalam dan aku pun tak mau mengganggu tidurnya.


Kuputuskan untuk mandi saja dan meninggalkan ia dengan suara alarmnya. Tak lama ia pun sedikit tersadar dan ia melihat disampingnya tidak ada aku. Lucu waktu kulihat bagaimana ekspresi wajahnya yang kebingungan mencariku. Ia pun memanggilku dan memintaku untuk tetap disampingnya. Ia mendekapku dan kembali tertidur dengan cepatnya. Suara dengkurannya tak mau hilang dari kepalaku. Kuperhatikan wajahnya dari dekat, dan aku berfikir sejenak, bagaimana bisa aku sampai menyukainya. Pipi tebalnya, aroma bir dari bibirnya yang ia dan aku tenggak bersama semalam, bentuk alisnya yang sempurna. Semakin ku perhatikan semakin aku terhanyut pada wajahnya. Hingga akhirnya ku terlelap kembali dalam pelukannya.


Semalam adalah hal manis yang kami lakukan bersama. Kami berbincang sedikit dan sedikit saling menggoda. Kau mencumbuku seperti waktu itu lembut dan membuatku melayang, hal yang sangat aku suka darimu selain bentuk alismu. Rasa bir begitu pekat terasa di bibirku. Aku tak tahu berapa botol yang kau minum sebelumnya namun aku suka.


Kau memintaku untuk tidur dalam pelukanmu, tidur beralaskan tanganmu dan aku yang sudah sangat lelah hanya mengiyakan saja semua maumu. Aku berharap agar fajar tak pernah tiba hari itu agar aku bisa lebih lama bersamamu seperti ini.

 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page