Terjebak Di Lintasan Waktunya
- antika.rns

- Jul 7, 2019
- 2 min read
"Tiada lagi yang bisa temani ragaku Tiada lagi yang bisa bekali jiwaku Meredup diam dan terpaku Terpajang hati kian membeku
Rindu kini telah menahun Memang ingin aku berlari ke arahnya....."
(Danilla - Lintasan Waktu)
Katanya akan sulit untuk menyembuhkan luka yang diakibatkan oleh sebuah cerita yang lama. 8 tahun memang lama dan mungkin berarti untuknya dan untukku. Namun entah mengapa aku dapat melewatinya hanya sepekan. Memang lukanya tak sembuh sepenuhnya dalam waktu sekejap, tapi aku siap untuk melangkah dan mendapat hal baru.
Bukan, bukan karena ia tak berarti atau ada yang lain dalam hidupku saat itu, tapi karena keadaan dan karena Tuhan kami. Aku tak bisa memaksanya maka aku menerima kenyataan apapun di hadapanku saat itu, pahit dan perih.
Banyak yang berubah setelah kepergian itu, banyak hal dan banyak pelajaran hidup serta pemikiran yang merubah hidupku setelahnya. Bagaimana aku kini bisa menata hidupku, apa yang aku inginkan bisa tercapai satu persatu, dan aku mendapatkan hal baru yang tak terduga.
Katanya aku menahan dan mengalah cukup dalam selama 8 tahun. Sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya, namun kini aku sadar karena itulah aku begini adanya sekarang. Cukup bodoh untuk selalu menunggunya selama 8 tahun, dimana ia ternyata lebih memilih temannya disaat ia tak tahu aku telah menunggunya cukup lama. Cukup bodoh untuk memasak makanan kesukaannya disaat pada akhirnya ia tak kunjung datang untuk mencicipinya karena ia terlalu mementingkan pertemuan dengan temannya. Cukup sadar hal itu membuatku berubah menjadi orang yang tidak lagi peduli akan orang lain bahkan pada dirinya disaat terakhir.
Terjebak di lintasan waktu saat bersamanya membuat mataku ikut tertutup akan dunia. Katanya banyak yang menyadarkanku selama 8 tahun namun aku cukup buta untuk melihat. Kini mataku terbuka akan kebodohan yang aku lakukan selama 8 tahun, dan aku tak ingin mengulangnya lagi.
Katanya aku berhak untuk bahagia, dan tidak diperlakukan seperti masa laluku dulu. Dan mungkin aku menemukannya sekarang. Katanya ia lebih baik dari yang lalu. Aku tak tahu, namun akupun sempat berfikir begitu. Aku tak tahu tapi dengannya hanya sesaat saja lintasan waktuku terhenti kembali. Dan kini aku terjebak di lintasan waktunya.
Katanya semoga bahagia dengan lintasan waktumu yang baru.



Comments