top of page

Aku Bukan Jatuh Cinta Namun Aku Jatuh Hati

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • Jun 25, 2019
  • 3 min read

Updated: Jul 24, 2019

Aku Bukan Jatuh Cinta Namun Aku Jatuh Hati


Apa sih bedanya jatuh cinta dan jatuh hati?


Menurutmu apa?


Menurutku apa?


Menurut mereka apa?


Ibuku bilang jatuh cinta itu bisa saja hanya bicara fisik. Sama halnya seperti kau melihat paras seseorang pertama kalinya dan kau langsung suka. Jatuh cinta itu bisa saja hanya sebatas nafsu. Sama halnya seperti rasa penasaran ingin memiliki seseorang tapi disaat sudah kau dapatkan kau tinggalkan mereka karena suatu alasan yang konyol.


Tapi jatuh hati lebih dari semua itu. Jatuh hati adalah perasaan dimana kau benar-benar tulus mencintai seseorang tanpa mengeluh akan kekurangannya dan menerima apa adanya. Ketidaksempurnaan yang bisa kau maklumi dan tidak akan kau tinggalkan hanya karena suatu alasan konyol.


Jadi menurutmu perasaan apa yang aku berikan untuknya?


Kamu suka dengan fisiknya yang tipikal bukanlah kesukaanmu? Ya, aku suka.


Kamu suka dengan wajahnya yang tipikal bukanlah kesukaanmu? Ya, aku suka.


Kamu terima dengan kebiasaan buruknya yang terkadang sedikit nakal? Ya, aku terima.


Kamu terima dengan pola hidupnya yang dimulai dari pukul setengah 5 sore hingga setengah 5 pagi? Ya, aku terima.


Apakah kamu mau merubah dirinya yang notaben sedikit “nakal” agar selaras dengan hidupmu? Tidak, aku tidak akan merubah apa pun yang ada di hidupnya hanya untuk keegoisanku, karena terkadang aku pun sedikit “nakal” seperti dirinya di waktu tertentu. Yang ingin kurubah hanyalah agar ia memiliki rasa yang sama denganku agar hidup kami selaras.


Jadi menurutku, kau menerima dia apa adanya, menerima kekurangannya bisa kubilang bahwa kau jatuh hati padanya bukan sekedar jatuh cinta. Apa kau setuju denganku? Hmmmm sulit kujawab pertanyaanmu kali ini, sepertinyaaa..... kali ini aku setuju denganmu.


Ya akhirnya aku menyadari aku jatuh hati padanya. Aku jatuh hati pada tubuh kurusnya. Aku jatuh hati pada wajahnya yang sebelumnya tidak pernah terlintas olehku untuk suka dengan wajah itu. Aku jatuh hati pada kebiasaan buruknya. Aku jatuh hati pada setiap apa yang dia kenakan. Aku jatuh hati pada alunan musiknya. Aku jatuh hati pada suaranya. Aku jatuh hati pada perlakuannya padaku hingga hal yang pahit sekali pun. Aku jatuh hati pada caranya yang selalu memberiku makanan. Aku jatuh hati dengan pola hidup malamnya. Aku jatuh hati akan aroma alkohol yang ia tenggak. Aku jatuh hati akan aroma rokok yang ia hisap. Aku jatuh hati akan aroma tubuhnya. Aku jatuh hati akan kenangan yang telah kami lalui bersama. Aku jatuh hati akan niatnya yang mau datang jauh-jauh ke Bandung hanya untuk bertemu denganku. Aku jatuh hati akan usahanya memberikan hal yang amat sangat berkesan di hari ulang tahunku. Aku jatuh hati akan cerita masa lalunya yang terkadang membuat hatiku terasa sakit. Aku jatuh hati akan tawanya. Aku jatuh hati akan senyumnya. Aku jatuh hati akan nyanyiannya. Aku jatuh hati pada kerang-kerang yang ia berikan padaku. Aku jatuh hati pada pemikirannya yang sebelumnya tidak pernah aku berpikir hingga kesana. Aku jatuh hati akan pandangan hidupnya. Aku jatuh hati karena ia bisa merubahku perlahan-lahan menjadi seseorang yang lebih dewasa. Aku jatuh hati pada setiap asap yang ia hembuskan dari lintingnya. Ya kini aku sadar aku jatuh hati akan semua hal tentang dirinya dari pertama mengenalnya bukan hanya sekedar jatuh cinta padanya. Aku jatuh hati bukan hanya pada kebaikannya saja tapi pada keburukannya juga.


Banyak juga ya alasanmu untuk jatuh hati padanya, bukankah jatuh hati itu tidak membutuhkan alasan? Jika jatuh hati tidak membutuhkan alasan, menurutku maka kau tidak akan yakin dengan perasaanmu.


Apakah kau sudah yakin bahwa bayangan lalunya sudah mulai menghilang dari hidupnya? Aku tak yakin apakah ia sudah melupakan bayangan lalunya atau belum, namun ada satu hal yang ia katakan dengan amat sangat jujur bahwa ia sekarang perlahan mulai melupakan bayangan lalunya.


Lelaki itu pandai berbohong, jangan sampai kau terbohongi oleh ucapnya, apakah kau percayai itu? Boleh kujawab dengan jujur? Jujur saja aku tak tahu harus mempercayai ucapannya atau tidak. Di sisi lain aku mulai percaya padanya. Aku percaya akan setiap yang ia ucapkan, bahkan tentang bayangan lalunya. Namun, di sisi lain aku tak yakin apakah ia berkata yang sejujurnya mengenai bayangan lalunya. Terkadang aku merasa apakah bisa aku menggantikan posisi bayangan lalunya yang sangat sulit ia lupakan? Dan aku tetap berusaha melakukan yang terbaik untuknya.


Aku tak tahu mau bertanya apalagi, mungkin kau sudah terbutakan. Terserah apa katamu, kau mau bilang aku terbutakan atau apa aku tak peduli. Karena aku tahu apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku percayai, dan aku tahu kedatangannya disaat yang tepat dan tak terduga adalah sebuah pertanda semesta untuk sesuatu jawaban yang aku cari selama ini.


Terima kasih kau telah menyadarkanku akan perasaan ini.


Jakarta

2019

 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page