top of page

Where My Rainbow Ends

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • Aug 17, 2019
  • 2 min read

Sore ini setelah selesai berbenah barang-barang pindahan aku duduk sambil menyesap kopi kesukaanku di sudut favoritku. Sudah seminggu aku pindah ke kota ini namun baru hari ini aku memiliki waktu untuk membereskan semuanya. Kota yang katanya impian semua orang untuk meraih sukses, namun alasanku bukanlah itu pindah ke kota ini, alasanku lebih untuk memulihkan hati dan memulai awal yang baru. Beruntung aku dapat kesempatan itu. Aku pindah ke sebuah apartemen studio di kawasan Jakarta Selatan. Aku memilih tempat ini karena harganya yang ramah di kantongku dan dekat dengan tempat kerjaku selain itu kamar ini memiliki spot yang menarik perhatianku. Sebuah jendela besar dengan tempat duduk menghadap pemandangan padatnya kota Jakarta dan kamarku terletak di lantai 19. Pemandangan yang jika siang hari terlihat biasa saja, padat oleh kendaraan dan orang berlalu lalang, namun di malam hari pemandangan indah yang kudapat dari spot favoritku ini. Terangnya lampu-lampu dari gedung sekitar, kendaraan yang mulai menyepi, orang-orang yang berjalan ke tempat hiburan malam.


Aku adalah seorang yang suka mengkhayal dan menuangkan khayalanku pada tulisan, maka kamar dengan spot jendela ini benar-benar membuatku jatuh hati saat pertama melihatnya. Teman-teman memanggilku Ruth namun orang baru pasti akan memanggilku Isabella. Ya karena nama lengkapku adalah Isabella Ruthe. Cukup aneh memang namaku tapi ya begitulah adanya.


Sore hari perdana aku menduduki jendela ini  sambil menyesap kopi dan menikmati suasana Jakarta sore di hari Minggu. Jalanan cukup sepi dari kendaraan, namun terlihat cukup ramai di pusat hiburan. Aku menatap keluar jendela dan pikiranku berkelana kesana kemari.


Aku teringat dengan perkataanmu beberapa bulan lalu yang pada akhirnya meyakinkanku untuk pergi jauh darimu. Mungkin memang harusnya aku sedikit berterima kasih padamu karena perkataan menusukmu bisa membuatku mengambil langkah besar yang mengubah hidupku lebih menarik. Belum pernah sebelumnya aku keluar dari zona nyamanku dan tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko dalam hidupku. Aku selalu berada di jalur yang aman, dan kini berkatmu aku berani menghadapi petualangan hidup yang baru. Hidup sendiri di kota yang asing, tinggal dan mengatur segalanya sendiri. Sesuatu yang dulu hanya ada dalam pikiranku kini berubah menjadi kenyataan.


Langit mulai menghitam dan sore berubah menjadi malam, aku terlarut akan lamunanku hingga tak sadar sudah berjam-jam aku duduk di jendela ini. Kopiku sudah habis dan hari benar-benar sudah larut. Kuputuskan untuk beristirahat.


Setiap harinya setelah pulang kerja dan membersihkan diri, jendela inilah yang kutuju untuk menghabiskan malam. Tak terhitung berapa tulisan yang telah kubuat di jendela ini, lamunan yang terlintas akan semua hal dalam hidupku, impian yang harus aku wujudkan, dan kesenangan melihat ramainya kehidupan malam di kota ini. Sempat terpikir bahwa di waktu tertentu akulah yang ada di bawah sana menyatu dengan orang-orang itu dan gemerlapnya malam Jakarta.


Ini adalah hal ternyaman yang kutemukan di tempat baruku dan disinilah aku memulai semuanya, mengobati luka lama, hingga akhirnya aku menemukan penggantimu yang baru di tengah gemerlapnya malam Jakarta. Dan kini kutinggalkan Bandungku untukmu sepenuhnya


 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page