top of page

ギタリストへの手紙 (Gitarisuto e No Tegami)

  • Writer: antika.rns
    antika.rns
  • Nov 30, 2019
  • 3 min read

“Watashi tachi wa hoteru de au toki yori kaiteki, takai kutsu to sekushīna shitagi wo jisan suru koto wo wasurenaide kudasai”


Dear you froggy lovers,


Awalnya aku tak menyangka bahwa aku akan sejatuh itu kepadamu. Awalnya aku hanya kagum kepadamu, kagum pada kemampuan bermusikmu, kagum pada wajah indahmu, kagum pada rambutmu, kagum pada semua lagumu. Tidak, saat itu aku tak berharap banyak untuk mengenalmu lebih jauh. Bagiku dengan mendengar lagumu saja aku sudah merasa puas, bertemu denganmu itu adalah suatu bonus yang pada saat itu tidak begitu aku harapkan sebetulnya karena memang aku tak memiliki rasa apapun terhadapmu. Namun semenjak hari itu semuanya berubah disaat diri ini sedang di ambang kebimbangan dan kau dengan sengaja membuka pintumu untukku yang kemudian ku tahu itu hanya untuk kesenanganmu semata namun menyisakan luka besar bagiku.


Keterbukaan dirimulah yang membuatku merasa nyaman, ya aku memang orang yang mudah jatuh hati kepada orang yang bisa dengan mudah membuatku nyaman meskipun belum bertemu. Suatu kebodohan yang tak akan kuulangi lagi kelak. Keterbukaanmu akan hal-hal yang tak lazim membuat jiwa liar dalam diri ini keluar dan berani untuk jujur kepadamu. Kumohon satu hal dari keterbukaan ini, mohon mengertilah bahwa aku bukanlah seperti wanita-wanita yang pernah kau ajak bermalam lainnya. Aku ingatkan sekali lagi aku tidaklah seperti mereka. Butuh keberanian dan perjuangan yang amat sangat untuk memenuhi keinginanmu bertemu di tempat itu.


Bertemu di tempat itu aku tak berpikir akan melakukannya. Bertemu denganmu dan berbincang sebentar saja itu sudah cukup, namun sungguh rayuanmu tak bisa kutolak dan saat itu diri ini seperti terhipnotis untuk melakukan semua yang kau katakan. Ternyata dirimu memang tampan, jauh lebih tampan dari foto-foto yang ada di instagrammu. Pesona itu yang telah menghinoptisku dan membuat diri ini lepas kendali dengan mudahnya. Bodoh saat aku berharap ini akan terjadi lagi, namun memang apa yang dia berikan saat itu amat sangat melekat dalam ingatan dan sangat indah.


Dalam keindahan menuai sebuah luka yang amat sangat dalam. Kuharap kamu juga akan merasakannya suatu hari nanti dan saat kamu terluka amat sangat dalam kuharap kamu mengingatku agar kamu tahu bagaimana rasanya saat kamu melukaiku. Mungkin ada sedikit penyesalan namun aku tahu waktu tak bisa berputar kembali jadi aku menerimanya sebagai hadiah dan pengalaman yang tak akan terlupakan.

Yaaa meski telah terlukai olehmu, rasa dalam diriku tidak akan berubah. Aku tetap kagum pada kemampuan bermusikmu, kagum pada wajah indahmu, kagum pada rambutmu, kagum pada semua lagumu, dan yang terbaru setalah mengenalmu aku kagum pada kata-kata nakalmu, kagum pada kejujuran dan keterbukaanmu, kagum pada perlakuanmu, kagum pada kebohonganmu, kagum pada kebiasaan baik dan keburukanmu, kagum pada pesonamu, kagum pada rayuanmu, kagum pada wangimu, kagum pada suaramu, dan semua hal tentang dirimu. Memang sebodoh itu jika sudah terpikat oleh seseorang meski tersakiti tetap dikagumi.


Kau tahu setelah semuanya itu aku hanya berharap kita bisa kembali ke fase dimana aku dan kamu bisa berbincang lagi hanya sebagai pengagum dan terkagum saja, karena itu lebih baik dan tidak akan ada yang tersakiti. Lupakanlah apa yang telah kita lakukan, mari mulai lagi dari awal. Aku tak membencimu meski kini kau telah menghilang. Ya tidak sepenuhnya menghilang, bayangmu masih selalu ada hanya tak seperti dulu.

Semoga kelak saat kita bertemu lagi semuanya telah berubah, dan kau telah mendapatkan balasanmu, maaf aku memang tak membencimu dan tak sepenuhnya menyalahkanmu tapi aku tetap ingin kau mendapatkan balasannya agar kita impas dan tak saling menyakiti lagi kelak saat kita bertemu kembali.


Cilandak, Jakarta Selatan

17 Desember 2018.

 
 
 

Comments


Join our mailing list

Never miss an update

  • White Instagram Icon

© 2023 by Fashion Diva. Proudly created with Wix.com

bottom of page